Cara Menurunkan Kadar Klorin Pada Kolam Renang

Cara Menurunkan Kadar Klorin Pada Kolam Renang

Cara Menurunkan Kadar Klorin dalam Kolam Renang

tips cara menurunkan kadar klorin kolam renang

 

 

Dalam Artikel Ini: Teknik Dasar Menambahkan Bahan Kimia untuk Menurunkan Kadar Klorin Menggunakan Lampu Ultraviolet Tip dan Peringatan Artikel Terkait Referensi
Adakalanya bahan kimia kolam renang membuat frustrasi, tetapi solusi untuk kadar klorin yang tinggi biasanya mudah. Kolam renang dalam ruangan lebih sulit ditangani, tetapi banyak pilihan yang tersedia. Jika Anda ingin mengurangi kadar klorin setiap hari tanpa menimbulkan risiko pencemaran, cari tahu tentang sistem ultraviolet.

Pahami “bau klorin” dan mata yang pedas. Banyak orang berpikir bahwa bau bahan kimia atau mata yang pedas adalah tanda-tanda dari klorin. Sebenarnya, hal ini biasanya muncul setelah klorin terurai menjadi bahan-bahan kimia lainnya. Respons yang benar biasanya adalah “menaikkan” kadar klorin dengan perlakuan kejut (shock treatment).[1] [2] Namun, lebih baik menggunakan kit uji untuk memperoleh hasil pembacaan klorin yang akurat, seperti yang dijabarkan di bawah ini.

Gunakan kit uji kolam. Apabila Anda belum punya, uji kadar klorin dengan menggunakan kit uji dari toko pemasok kebutuhan kolam renang.[3] Pastikan kit uji mengukur klorin yang tersedia bebas (free available chlorine (FAC)) dan klorin total.[4]
Sebagai aturan umum, klorin tersedia bebas (FAC) haruslah di antara 1 dan 3 ppm.[5] Klorin total tidak boleh lebih daripada 0,2 ppm lebih tinggi daripada FAC. Peraturan kesehatan setempat mungkin memiliki persyaratan berbeda.[6]
Apabila kolam Anda juga menggunakan disinfeksi ozon atau UV, FAC dapat dikurangi serendah 0,5 ppm.[7]

Singkirkan sumber klorin. Apabila kadar klorin hanya sedikit tinggi (sekitar 4–5 ppm), biasanya tidak dibutuhkan bahan kimia. Hentikan saja penambahan klorin ke kolam, dan masalah kemungkinan akan terpecahkan dengan sendirinya.[8]
Untuk menghentikan penambahan klorin, matikan pengklorin (chlorinator), pengumpan klorin, atau generator klorin air asin; ambil tablet klorin dari pool skimmer (penampung kotoran dari kolam); atau singkirkan chlorine floater. Apabila Anda tidak yakin sistem yang digunakan oleh kolam, tanyakan sang manajer atau pemilik kolam.

Singkap kolam luar ruangan. Cahaya ultraviolet dari matahari segera menguraikan klorin. Sore hari yang cerah dapat menyingkirkan 90% klorin yang terkandung dalam kolam, selama Anda telah menyingkirkan semua sumber klorin.[9]
Lampu ultraviolet biasanya bukan pengganti yang baik untuk langkah ini. Lihat metode UV di bawah untuk informasi lebih lanjut.

Berenanglah selagi klorin masih ada pada kadar yang aman. Berenang membantu menurunkan kadar klorin, tetapi hanya coba hal ini apabila kadar klorin sedikit tinggi (4 ppm). Para ahli berselisih tentang berapa banyak klorin yang berbahaya bagi perenang. Sering kali, kolam renang umum ditutup pada kadar klorin 10 ppm, sementara sebagian kolam menggunakan batas 5 ppm agar ekstra aman.[10]
Jangan berenang jika uji kolam memberikan hasil lainnya yang tidak diharapkan, seperti pH atau alkalinitas yang tidak sesuai.
Jangan berenang jika Anda mencium bau “klorin” yang kuat (dan uji klorin memberikan hasil yang tinggi). Sesungguhnya, bau ini berasal dari zat-zat pengiritasi yang disebut kloramina.[11]
Klorin memberikan efek kepada paru-paru. Klorin lebih berbahaya pada wilayah-wilayah dengan ventilasi yang buruk, dan jika perenang memiliki masalah pernapasan.[12]
Gambar berjudul Lower Chlorine in a Pool Step 6
6
Ganti sebagian air kolam. Hal ini merupakan opsi yang mahal dan lambat, tetapi air akan mengencerkan klorin. Kuras dan ganti air sekitar ⅓ sampai ½ kolam. Setelah mengisi ulang, kolam mungkin akan membutuhkan waktu yang lama untuk kembali ke kadar klorin dan pH yang normal.[13]
Apabila Anda memiliki filter yang memiliki opsi surut (backwash), ini adalah cara tercepat untuk menguras (sebagian) kolam.
Gambar berjudul Lower Chlorine in a Pool Step 7
7
Uji secara teratur. Ulangi uji kolam sekali atau dua kali sehari, atau setiap dua jam jika kolam masih digunakan. Apabila kadar klorin tidak turun dalam beberapa hari, cobalah salah satu metode di bawah ini.
Lihatlah Tips di bawah untuk panduan mengenai hasil-hasil uji lainnya, seperti pH atau asam sianurat. Apabila hasil uji Anda berada di luar panduan ini dan tidak segera terkoreksi, mungkin Anda perlu mempekerjakan seorang profesional.

Metode
2
Menambahkan Bahan Kimia untuk Menurunkan Kadar Klorin

Belilah penetral klorin dari toko pemasok kebutuhan kolam renang. Mintalah bantuan pegawai jika Anda tidak yakin harus memilih yang mana. Jangan gunakan bahan kimia dari sumber-sumber yang lainnya. Bahan-bahan kimia yang dijual di toko pemasok kebutuhan kolam renang memiliki konsentrasi spesifik yang dimaksudkan untuk kolam renang.
Natrium tiosulfat kemungkinan adalah penetral klorin yang paling lazim digunakan, tetapi harus berhati-hati saat penanganan.
Hidrogen peroksida sering kali adalah opsi yang paling murah, dan terurai menjadi zat-zat yang tidak berbahaya.[14] Namun, hidrogen peroksida jauh kurang efektif jika pH kolam di bawah 7,0.

Tutuplah kolam. Jangan pernah menambahkan bahan kimia ke kolam selagi perenang menggunakannya. Jika orang lain memiliki akses ke kolam, pasanglah tanda peringatan yang jelas.

Ikuti tindakan pencegahan keselamatan. Banyak bahan kimia untuk kolam renang yang dapat menyebabkan cedera jika mengalami kontak dengan paru-paru, mata, atau kulit. Tinjaulah daftar periksa keselamatan ini sebelum Anda melanjutkan:[16]
Baca label produk dengan cermat untuk instruksi penanganan. Ikuti semua anjuran untuk peralatan keselamatan, dan tinjaulah protokol darurat.
Simpan bahan kimia untuk kolam renang di tempat penyimpanan dengan ventilasi yang baik, jauh dari sinar matahari, panas, dan lengas. Jangan simpan asam dan klorin saling berdekatan. Jangan simpan bahan kimia kering berdampingan atau di bawah cairan.
Hanya buka satu wadah bahan kimia pada satu waktu. Tutup wadah dan kembalikan ke tempat penyimpanannya sebelum membuka yang lainnya.

Hitung yang Anda butuhkan. Selalu ikuti instruksi produk untuk menentukan cara menambahkan bahan kimia ke kolam, dan banyaknya penggunaan. Banyak bahan kimia yang tersedia dalam bentuk-bentuk berbeda dan dalam konsentrasi-konsentrasi yang berbeda, sehingga panduan umum tidak dapat mencakup setiap opsi.
Pada umumnya, ketika menambahkan natrium tiosulfat, tambahkan sekitar 0,5 ons (15mL) per 1.000 galon (3.800 L) air.[17]
Jika Anda memberikan perlakuan pada sebuah kolam umum, lakukan pengukuran yang lebih akurat. Sebanyak 2,6 ons (77 mL) natrium tiosulfat akan menurunkan kadar klorin sebesar 1 ppm dalam 10.000 galon (37.900 L) air.[18] Pegawai toko penyedia kebutuhan kolam renang atau kalkulator untuk menghitung penurunan kadar klorin dalam kolam yang ditemukan di internet akan membantu Anda dengan formula ini.

Tambahkan penetral dalam dosis kecil. Menambahkan penetral terlalu banyak dapat menyebabkan masalah besar: kadar klorin dapat merosot sampai nol, dan penetral yang tidak terpakai akan tetap berada di dalam kolam sehingga menghancurkan klorin yang ditambahkan selanjutnya juga. Gunakan ⅓ atau ½ dari yang Anda hitung.

Tunggulah sembari menguji sering-sering. Berikan waktu kepada kolam untuk menyesuaikan diri menurut instruksi pada label. Sering-seringlah menguji dan jangan masuk ke kolam sampai parameter kembali normal. Jika hasil pengukuran Anda stabil, tetapi kadar klorin masih terlalu tinggi, tambahkan lagi penetral dalam dosis kecil.
Apabila sistem sirkulasi lebih lambat daripada rata-rata, Anda mungkin harus menunggu lebih lama hingga penetral memberikan efek.

Naikkan pH jika perlu. Biasanya, bahan-bahan kimia ini menurunkan pH kolam. Bersiaplah untuk menaikkan pH setelah kadar klorin kembali normal. Nilai pH harus berada di antara 7,2 dan 7,8, dan idealnya sedekat mungkin dengan 7.5.[19]

Menggunakan Lampu Ultraviolet

1.Pahami disinfeksi UV. Lampu ultraviolet (UV) yang dirancang untuk kolam renang dapat menetralkan sebagian besar kuman. Lampu sendiri tidak dapat menjaga kolam renang aman. Namun, lampu akan mengurangi jumlah klorin yang tersedia bebas (FAC) serendah 1 ppm, atau bahkan lebih rendah di bawah sebagian Undang-Undang Regional.[20][21] Lampu juga dapat menguraikan sebagian zat yang menyebabkan iritasi atau berbahaya yang muncul dalam kolam yang mengandung klorin. Pada akhirnya, walaupun biasanya tidak digunakan untuk maksud ini, sebagian jenis lampu menguraikan kadar klorin yang tinggi, yang ada.
Peraturan kesehatan setempat mungkin memiliki persayaratan berbeda.

Cobalah lampu UV Tekanan Sedang (Medium Pressure (MP)). Lampu UV “MP” adalah opsi serbaguna dengan manfaat-manfaat sebagai berikut
Lampu ini adalah satu-satunya lampu yang lazim, yang akan menguraikan sejumlah besar klorin yang ada. Bahkan kemudian, Anda akan membutuhkan dosis 10-20 kali lebih tinggi daripada jumlah yang dianjurkan untuk disinfeksi. Kemungkinan akan dibutuhkan banyak lampu.
Lampu ini adalah yang paling efektif untuk menguraikan kloramina, zat yang biasanya bertanggung jawab untuk mata yang pedas, kulit teriritasi, dan bau “klorin”.
Lampu ini mendisinfeksi cukup baik, tetapi bukanlah opsi yang terbaik.

Pertimbangkan lampu UV Tekanan Rendah (Low Pressure (LP)). Jenis lampu ini, yang sering kali disebut alat pembersih (purifier), memiliki kemampuan disinfeksi yang sangat baik, walaupun Anda masih perlu menggunakan sejumlah klorin (yang dikurangi).[23] [24] Lampu UV ini dapat menjadi opsi yang menarik untuk kolam renang umum.
Lampu-lampu ini juga cenderung lebih murah dan lebih tahan lama dibandingkan lampu MP.
Iklan mungkin mengklaim lampu-lampu ini menyingkirkan kloramina. Hal ini benar sebagian, tetapi dalam praktiknya lampu dapat atau tidak dapat mengurangi tanda-tanda yang jelas, seperti mata yang pedas.

Evaluasilah jenis-jenis lainnya. Ada beberapa jenis lampu UV lainnya, walaupun lampu-lampu ini kurang lazim. Berikut sedikit informasi untuk membantu Anda mengetahui yang dilakukan masing-masing produk:
“Ultraviolet” sesungguhnya meliputi rentang luas cahaya dengan efek berbeda. Biasanya, cahaya ultraviolet dibagi menjadi UV-A (315–400 nm), UV-B (280–315 nm), dan UV-C (100–280 nm).[25] Anda seharusnya bisa menemukan jenis cahaya ataupun rentang panjang gelombang (seperti 245 nm) untuk produk yang mana pun.
Hanya cahaya UV-C membantu mendisinfeksi kolam.
Hanya cahaya UV-A (termasuk cahaya UV dari matahari) menguraikan sejumlah besar klorin. Bahkan kemudian, penguraian ini akan membutuhkan sejumlah cahaya yang kuat.
Ketiga jenis cahaya UV ini membantu menguraikan kloramina.

5.Uji kolam setelah pemasangan lampu. Dianjurkan untuk mempekerjakan seorang profesional untuk memasang sistem UV. Setelah sistem terpasang sesuai dengan spesifikasi, hanya dibutuhkan tindakan pemeliharaan yang sangat sedikit.[26] Lanjutkan menguji kolam untuk kadar klorin seperti biasa, sehingga menjaga kadar klorin pada 1 ppm atau kadar rendah lainnya seperti yang dianjurkan oleh produk atau Undang-Undang setempat.
Tips
Bahan kimia untuk kolam renang mengalami penurunan mutu seiring waktu. Untuk hasil yang terbaik, jangan beli lebih banyak daripada yang akan Anda gunakan dalam satu musim.[27]
Jika Anda mencium “klorin”, Anda sebenarnya mencium produk hasil samping yang disebut kloramina. Biasanya, hal ini merupakan tanda Anda perlu menambahkan klorin “lebih banyak” untuk membuat kolam lebih aman. Perlakuan kejut adalah respons yang biasa pada kolam renang yang ada di rumah.
Jika Anda perlu mensanitasi kolam dengan cepat, lakukan super-klorinasi, lalu turunkan kadar klorin secara kimiawi.

Peringatan
Apabila Anda masih memperoleh hasil yang tidak diharapkan, periksalah hasil-hasil uji lainnya. Untuk kadar klorin yang stabil, pH harus berada di antara 7,2 dan 7,8; alkalinitas harus berada di antara 80 dan 120 ppm (bergantung pada jenis klorin), dan asam sianurat berada di antara 30 dan 50 ppm.[28] Peraturan kesehatan setempat mungkin memiliki standar yang sedikit berbeda.
Pada beberapa daerah, uji kolam meliputi zat yang disebut ortotolidina, yang telah dikaitkan dengan risiko kanker.[29] Pakailah sarung tangan selagi menangani uji ini, dan jangan buang sampel kembali ke kolam. Perhatikan bahwa uji-uji ini hanya mengukur klorin total, bukan klorin “bebas” yang sesungguhnya tersedia untuk disinfeksi

6 PENYEBAB AIR KOLAM RENANG BERWARNA HIJAU

penyebab kolam renang berwarna hijau

Memiliki kolam renang dengan air yang bersih dan jernih adalah idaman bagi semua orang. Dengan begitu, aktivitas berenang menjadi lebih mengasyikkan tanpa khawatir akan adanya organisme penyebab penyakit di dalam air. Akan tetapi, sepertinya hal ini cukup sulit untuk diraih. Banyak orang mengeluhkan bahwa air kolam renang mereka cepat sekali berubah warna menjadi kehijauan. Meskipun sebenarnya mesin filter masih berfungsi dengan baik, tetapi kadang air tetap berubah warna menjadi kehijauan. Jika sudah berwarna hijau, tentukolam akan terlihat kotor dan tidak menarik. Lalu, apa sebenarnya penyebab air kolam renang berwarna hijau? Berikut uraiannya.

BEBERAPA PENYEBAB AIR KOLAM RENANG BERWARNA HIJAU
6 Penyebab Air Kolam Renang Berwarna Hijau
Pada umumnya, air kolam renang yang berwarna kehijauan disebabkan oleh tingginya tingkat alga di dalam air. Sehingga, zat klorofil dari alga tersebut membuat air kolam terlihat hijau. Akan tetapi, ada juga faktor-faktor lain yang membuat air kolam berubah warna menjari hijau. Dan disini, kami telah merangkum 6 penyebab air kolam renang berwarna hijau. Jadi, jika anda sedang mengalami masalah yang sama, uraian dibawah ini akan sangat membantu untuk menyelesaikannya.

TINGKAT PH AIR YANG TIDAK STABIL
Tingkat pH air kolam renang yang tidak stabil sangat berpengaruh pada kondisi air, dan akan berpengaruh terhadap warna air tersebut. Apabila pH air kolam tidak seimbang, maka organisme-organisme kecil seperti bakteri, kuman, lumut (ganggang) akan mudah berkembang biak. Sehingga, tingginya tingkat organisme yang ada berkembang biak di dalam air akan menyebabkan air kolam berwarna hijau.

SISTEM FILTRASI YANG GAGAL
Penyebab air kolam renang berwarna hijau yang kedua adalah sistem filtrasi kolam yang gagal. Kegagalan sistem filtrasi ini biasanya disebabkan karena ketidakmampuan sistem untuk memfilter debit air kolam yang ada. Sehingga filter yang ada tidak mampu untuk menyaring debit air yang ada. Untuk itu, sebaiknya jumlah dan kapasitas filter di sesuaikan dengan volume air kolam. Selain itu, sistem pemipaan juga sangat berpengaruh pada hijaunya warna air kolam. Pemipaan yang buruk tentu akan menyebabkan kerja filter kurang maksimal sehingga air tidak terfilter dengan baik.

PEMBERIAN CHEMICAL YANG TIDAK TEPAT SASARAN
Selain itu, pemberian chemical yang tidak tepat sasaran juga merupakan salah satu penyebab air kolam renang berwarna hijau. Untuk itu, penambahan chemical pada kolam renang juga harus diperhatikan. Hal ini dikarenakan Chemical yang masuk ke kolam renang akan mengendalikan banyak unsur, termasuk perubahan pH. Untuk itu, sebaiknya perlu dilakukan pengecekan pH sebelum ditambahkan obat kolam renang. Sehingga obat yang diberikan sesuai dengan kondisi pH air.

Baca juga 3 Jenis Filter Renang Yang Wajib Diketahui disini

KEBERSIHAN DAERAH KOLAM RENANG
Selain itu, kebersihan daerah sekitar kolam renang juga menjadi salah satu penyebab air kolam renang berwarna hijau. Sehingga, anda juga perlu menjada kebersihan daerah sekitar kolam renang. Penggunaan filter hanya membersihkan air kolam, tetapi, kotoran dari luar seperti dedaunan juga dapat masuk dan mengotori kolam. Maka dari itu, jika di sekitar kolam terdapat tempat pembuangan sampah atau limbah lain, maka anda perlu menaruh perhatian lebih. Jangan sampai limbah atau sampah tersebut terbawa angin atau mengalir masuk ke kolam renang, dan menyebabkan pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme lain.

FAKTOR CUACA
Kondisi cuaca juga dapat mempengaruhi warna air kolam renang. Jika cuaca hujan maka air hujan akan masuk kedalam kolam, dan menyebabkanair kolam yang mengandung bahan kimia terbuang. Hal ini akan menyebabkan pH dalam air berubah. Selain itu, air hujan yang mengalir juga banyak mengandung kotoran sehingga bisa membuat air kolam tidak bersih. Selain itu, ketika cuaca berangin, angin yang kencang dapat membuat kotoran di sekitar seperti dedaunan masuk ke kolam renang. Sampah organik inilah yang dapat cepat membusuk sehingga membuat air menjadi kotor.

FAKTOR MAKHLUK HIDUP MEMPENGARUHI AIR KOLAM RENANG.
Makhluk hidup yang mempengaruhi air kolam renang yaitu phytoplankton. Phytoplankton adalah organisme yang berukuran sangat kecil dan termasuk keluarga ganggang hijau. Ganggang memiliki sangat banyak spesies, namun secara daris besar ganggang dapat bisa dibedakan 2 kategori. Kategori yang pertama yaitu ganggang yang berserat. Ganggang inilah yang membuat dinding dan lantai kolam berwarna hijau karena menjadi lumut yang menempel.

Kategori yang kedua yaitu ganggang yang bersel satu. Ganggang bersel satu ini menyebar dalam air tidak menempel pada dinding dan lantai kolam dan tidak menyebabkan lantai dan dinding kolam berwarna hijau. Namun ganggang ini menyebabkan air berwarna hijau. Jika kedua ganggang ini ada dalam kolam renang keadaan kolam renang sangat buruk. Dinding dan lantai kolam berwarna hijau serta air kolam renang juga berwarna hijau pula.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa perawatan sangatlah penting untuk mencegah air kolam berubah warna manjadi kehijauan. Untuk itu, bagi anda para pemilik kolam, akan lebih baik jika anda memperhatikan perawatan kolam dengan cermat. Telitilah dalam pembersihan dan pemberian chemical. Selain itu, pemeriksaan sistem secara berkala juga dapat memperlambat proses air kolam menjadi hijau. Demikianlah uraian kami tentang 6 penyebab air kolam renang berwarna hijau. Semoga bermanfaat, dan dapat membantu dalam merawat kolam di kediaman anda

Jangan Sampai Salah ! Ini Ukuran Kolam Renang Yang Ideal

Jangan Sampai Salah ! Ini Ukuran Kolam Renang Yang Ideal

ukuran kolam renang yang ideal

Olahraga renang dapat dipercaya bisa mengurangi stres. Namun, sebagian besar orang kurang tanggap untuk memahami ukuran kolam renang dan bentuknya. Padahal hal ini sangat penting untuk kamu ketahui agar tidak panik saat terjadi kecelakaan yang tiba-tiba.

Mengetahui ukuran kolam renang tak perlu lewat konsultan profesional terlebih dahulu.

Artikel ini akan meberitahu kamu macam-macam ukuran kolam renang yang penting untuk diketahui.

Selain mencegah kecelakaan, mengetahui ukuran yang tepat pun bisa membantumu menyesuaikan besarnya kolam renang di rumah.

Simak penjelasan lengkapnya berikut ini, yuk!

Kolam Renang Berdasarkan Karakteristik
Terbagi dua, yaitu:

Kolam renang alami (pemandian yang terbentuk akibat proses alam)
Kolam renang buatan
Tipe Kolam Renang Dilihat dari Letak Posisi
ukuran kolam renang

1. Indoor (dalam ruangan)
Dibagi menjadi dua tipe yaitu:

Ground (ada di lantai dasar)
Highrise (ada di gedung bertingkat).
2. Outdoor (luar ruangan)
Ada dua tipe pula yaitu:

Garden/Natural Environtment (tipe ini menyatu dengan taman atau alam)
Concrete Environment (menyatu dengan bangunan-bangunan beton).
3. Semi Outdoor
Terdapat tudung yang melapisi bagian langit-langit area kolam renang.

Ukuran Kolam Renang yang Ideal
ukuran kolam renang

Ukuran kolam renang yang kamu buat harus sesuai dengan spesifikasi.

Patokan spesifikasi harus mengikuti peraturan badan Internasional Federasi Renang Internasional (FINA) atau badan Nasional Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) sebagai induk organisasi cabang olahraga renang di Indonesia.

Berikut detail ukuran kolam renang yang sesuai dengan aturan:

1. Kolam Renang Olimpiade/Kompetisi Renang Internasional
Secara kasat mata, kolam renang yang didesain untuk kejuaraan tingkat nasional maupun dunia tentu dirancang dengan desain yang lebih kompleks dan detil.

Lalu, berapa ukuran yang standar untuk kolam renang kejuaraan ini?

A. Ukuran Kolam Renang Standar Nasional :

Panjang kolam: 50 m

Lebar kolam renang: 25 m

Kedalaman minimum kolam renang: 2 meter

Lebar lintasan kolam renang: 2, 5 m

Jumlah lintasan kolam renang: 8 lintasa

Temperatur air pada kolam renang =: 25° C – 28° C

B. Ukuran Kolam Renang Standar Internasional :

Panjang kolam Renang: 50 m

Lebar kolam Renang: 25 m

Temperatur Air pada kolam renang: 25° C sampai 28° C

Lebar lintasan kolam renang: 2,5 m

Jumlah Lintasan Kolam Renang: 8

Kedalaman Kolam
Kedalaman minimumnya: 1,35 meter

Dimulai dari 1,0 m pada lintasan pertama hingga paling sedikit 6 meter dihitung dari dinding kolam renang yang dilengkapi dengan balok start.

Kedalaman minimum bagian lainnya: 1,0 meter.

2. Kolam Renang Rumah (Home Swimming Pool)
ukuran kolam renang

Berbeda dengan kolam renang kejuaraan, kolam ini harus memiliki aspek kenyamanan saat kamu menggunakannya.

Kolam renang pribadi pada dasarnya luas yang dipakai mengikuti area lahan.

Biasanya beberapa penghuni rumah banyak memakai ukuran kolam renang di bawah ini:

3 x 7 m
3 x 8 m
3,5 x 10 m
4 x 10 m
5 x 12 m
3. Kolam Renang Umum (Public Swimming Pool)
Sama seperti halnya kolam renang rumah, tidak ada standar ukuran yang baku dalam pembuatannya.

Namun, ukuran biasa yang digunakan itu sekitar 25m2.

Bentuk-Bentuk Kolam Renang, Sudah Tahu?
1. Bentuk Trek (Kolam Satu Garis)
Bentuk seperti ini biasanya dipakai untuk rumah-rumah yang memiliki lahan yang sempit.

2. Rectangle/Square (Kolam Persegi/Kotak)
Kolam renang berbentuk ini sangat disukai untuk kolam keluarga atau anak.

Selain itu bentuk kolam seperti ini sering dipakai untuk kolam kejuaraan.

Seperti olahraga water polo, dan loncat indah.

3. Blocks (Kolam dengan Sudut-Sudut Siku)
Biasanya dibuat seperti ini karena terkendala lahan atau mengoptimalkan lahan.

4. Round/Elips (Kolam Bulat/Lonjong)
Kolam berbentuk seperti ini dibuat pemiliknya agar mendapat bentuk kolam yang tidak biasa.

5. Free Form (Kolam Bentuk Bebas)
Kalau free form ini sih tergantung kamu, Sahabat 99!

Lihatlah terlebih dahulu lahan yang tersisa.

Kemudian, kamu akan tahu bagaimana bentuk dari kolam renang pribadimu.

3 Sistem Sirkulasi Kolam Renang
ukuran kolam renang

Secara umum, ada 3 sistem sirkulasi kolam renang yang dapat kamu terapkan:

1. Skimmer Box
Apabila kamu memilih sistem sirkulasi seperti ini maka air kolam kamu terlihat tenang dan tidak ada pergerakan.

Sistem ini bagus untuk kamu yang mempunyai kolam renang di dalam rumah karena airnya tidak akan tumpah kemana-mana.

Ini disebabkan karena sistem sirkulasinya hanya bermuara di dalam dinding kolam renang milik kamu,

2. Semi Overflow
Sistem ini sifatnya akan membuat kamu untuk mengkondisikan tumpahan air kolam.

Biasanya tumpahan air akan ditempatkan pada bagian sisi kolam.

Apabila kamu menggunakan sistem ini, disarankan agar menambah perlengkapan sarana kolam renang.

Seperti, gutter atau saluran untuk menampung limpahan air kolam yang dilengkapi balancing tank dan ruang mesin.

3. Full Overflow
Sistem ini akan membuat air kolam renang tumpah ke seluruh bagian.

Sama halnya sistem semi overflow.

Apabila kami menggunakan sistem ini dibutuhkan perangkat gutter sebagai sarana pelengkap penampungan.

Setelah tertampung pada gutter, selanjutnya air kolam renang tersebut langsung di salurkan ke balancing tank melalui proses filterisasi sehingga air kembali dialirkan ke dalam kolam renang.

Jasa Renovasi Kolam Renang di Jabodetabek

Jasa Renovasi Kolam Renang di Jabodetabek

Gema Pool – Kontraktor Jasa Renovasi Kolam Renang di Jabodetabek

 

jasa renovasi kolam renang di Jabodetabek

 

Jasa Renovasi kolam renang adalah Jasa memperbaiki segala kerusakan pada kolam renang, Di antaranya adalah konstruksi bocor, Konstruksi retak, kerusakan karna kolam sudah usia lama. Selain itu bisa juga dari instalasi kolam renang yang bocor (pipa kolam renang yang bocor) atau sistemnya sehingga di perlukan jasa spesialis yang berpengalaman dalam bidangnya.

Layanan Jasa Renovasi Kolam Renang Adalah Sebagai Berikut :

Jasa supervisi instalasi pipa kolam renang.
Jasa waterprofing ulang .
Penggantian keramik, Mosaik kolam renang, Kebanyakan terjadi pada kolam renang yang usianya sudah lama jadi banyak mengalami lepas keramik atau mosaik, sudah banyak yang keropos sehingga perlu di ganti.
Merubah sistem kolam renang dari skimer box menjadi over flow atau sebaliknya dengan menambahkan perubahan desain kolam renang sesuai keinginan Anda.
Jasa pengenatan keramik atau mosaik yang sudah keropos.
Ganti instalasi pipa kolam renang yang bocor.
Upgrade kedalaman kolam renang.
Ganti baru batu alam di bibir kolam renang dengan andesit, batu putih paras, bakar poles atau batu bali putih dan lain-lain sesuai ke inginan Anda.
Jasa kuras kolam renang, isi air dan water treatment.
Mengatasi keretakan dan kebocoran pada kolam renang.
Ganti filter atau ganti pasir saja karena sudah mengalami pasir beku atau kotor sehingga kerja tidak maksimal atau kurang menyaring.
Service pompa kolam renang yang suaranya berisik harus ganti bearing atau gulungan dinamo terbakar.
Renovasi kolam renang berpengalaman

Gema Pool adalah Kontraktor kolam renang, jasa pembuatan kolam renang, service kolam renang, renovasi kolam renang dan jasa perawatan kolam renang. Kami mempunyai tenaga yang berpengalaman, terdidik dan terpercaya . Tidak perlu ragu lagi, hubungi kami segera untuk permasalahan kolam renang Anda untuk menjadi lebih baik.